Penggambaran Drupadi tentang kelima Pandawa

Terjemahan bebas dari : Mahābhārat, Buku III: Varna Parva, Section 268 oleh Rachel Hutami

Pada saat pengasingan selama 12 tahun di hutan, Drupadi diculik dari sebuah pertapaan oleh seorang raja yang bernama Jayadrata, yang sebenarnya suami dari sepupunya Dussala.

Ketika suami-suaminya mengetahui tentang penculikan itu, mereka segera mengejar Jayadrata dengan penuh kemarahan. Melihat Pandawa semakin mendekat, Jayadrata yang tidak pernah bertemu dengan Pandawa meminta Drupadi untuk menggambarkan siapa saja nama Pandawa yang mengejarnya.

Dengan marah, Drupadi mengatakan kepada Jayadrata bahwa waktunya telah habis, dan bahwa pengetahuan akan itu tak akan bermanfaat baginya. Tapi akhirnya Drupadi menerangkan kepada Jayadrata juga…

Menurut Drupadi, Yudhishthira memiliki warna kulit seperti seperti terbuat dari emas murni,dengan hidung mancung dan mata yang lebar, dan badan ramping berotot. Dia sangat ahli dalam ilmu tombak, memiliki moralitas yang tinggi, tetapi dia selalu mengampuni musuh yang menyerah kepadanya. Drupadi menyarankan kepada Jayadrata secepatnya menghadap kepada Yudhishthira dan memohon pengampunan.

Drupadi mengatakan bahwa Bima berbadan setinggi pohon Sal, badan yang berotot dan pinggang yang ramping. Saat itu, Bima terlihat menggigit bibir menahan kemarahannya, dan dahinya berkerut sehingga membuat kedua alis matanya bertaut menjadi satu garis. Senjata andalannya adalah gada, dan dia terkenal memiliki kekuatan yang luar biasa. Semua yang bersalah kepadanya akan mati tanpa sempat merasakan sakit. Dia tidak pernah melupakan musuh-musuhnya dan selalu membalas dendam dengan alasan apapun.

Drupadi memuji Arjuna pemanah yang terhebat, cerdas, tiada tanding dengan semua penalarannya terkendali dengan sempurna. Nafsu, rasa takut atau kemarahan bisa membuatnya berpaling dari kebajikan. Meskipun mampu mengalahkan semua musuhnya, tapi dia tidak akan pernah menganiaya musuhnya dengan kejam.

Nakula , kata Drupadi, adalah seseorang yang paling tampan di seluruh dunia. Ahli pedang yang ulung, dan sangat setia kepada saudara-saudaranya. Nama Nakula sendiri berarti “penuh cinta” , dan perangai seorang dengan nama ini adalah: pandai, disiplin, kerja keras, mempunyai rupa tampan, sehat, daya tarik yang kuat, sukses, ketenaran, dihormati, dan mencintai tanpa pamrih.

Akhirnya, Sadewa adalah yang termuda dari semua saudaranya, dan seperti yang Nakula dia juga ahli pedang. Seperti Pandawa yang lain dia juga tangguh dalam berperang dan setia pada akhlak. Dia dianugrahi dengan kebijaksanaan yang tinggi, ahli dalam segala hal yang berkaitan dengan Moral dan juga dia bisa melihat masa depan. Sadewa adalah seorang pahlawan yang pandai, bijaksana dan sabar, tidak ada orang lain yang menandinginya dalam kepandaian atau kebijaksanaannya.”

Catatan tambahan:
Arjuna berkulit hitam kebiruan dan berambut panjang ikal, begitu juga Drupadi. Karena itu nama panggilan Arjuna adalah Krishna, sedangkan Drupadi – Krishnaa, yang berarti berkulit gelap.

December 07, 2009 NYC

About Rachel

I am who I am

Posted on December 8, 2010, in Mahabharata and tagged , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: