Shikandhini/Shikandhi/Srikandi (Versi India)

Setelah Amba membunuh dirinya sendiri, ia dilahirkan sebagai putri raja Drupada, Shikhandini, dengan tujuan sebagai penyebab kematian Bisma. Setelah dilahirkan, dia mampu mengingat kehidupannya yang lalu sebagai Amba.

Raja mengumumkan bahwa ratu telah melahirkan seorang anak laki-laki dan yang diberi nama Shikhandi. Anak itu dibesarkan sebagai seorang anak laki-laki dalam segala hal. Suatu hari ketika bermain di dekat gerbang istana, Shikhandi melihat sebuah kalung bunga seroja yang tidak pernah memudar warnanya. Ini adalah kalung bunga yang sama yang ditinggalkannya di tempat itu pada kehidupannya terdahulu sebagai Amba. Shikhandi mengalungkan kalung bunga itu di lehernya. Hal ini sesuai dengan anugerah yang diberikan kepada Amba bahwa pemakai karangan bunga akan menyebabkan kematian Bisma.

Sejak masa kanak-kanak Shikhandi, raja dan ratu percaya penuh pada sabda Dewa Siwa bahwa meskipun anak itu lahir perempuan, dia akan akhirnya akan menjadi seorang laki-laki. Karena itu mereka mengatur perkawinan Shikhandi dengan putri raja Hiranyavarma dari Dasharna.

Namun pada malam pengantin, sang pengantin wanita menemukan bahwa ia telah menikah dengan seorang wanita!

Raja Hiranyavarma marah sekali, dia merasa tertipu dan terhina. Dia memutuskan untuk menyerang dan membunuh raja Drupada dari kerajaan Panchala. Raja Drupada, tetap percaya penuh pada ramalan Dewa Siwa, bersikeras bahwa anaknya adalah seorang laki-laki dan mengundang raja Hiranyavarma untuk mengirim beberapa orang pelacur untuk menghabiskan malam bersama Shikhandini dan membuktikannya kejantanannya. Hiranyavarma setuju.

Shikhandini menyadari bahwa dia adalah penyebab masalah memutuskan untuk pergi ke hutan dan mengakhiri hidupnya. Di sana ia bertemu seorang yaksha bernama Sthunakarna. Yaksha adalah kelas setengah-Dewa yang dipimpin oleh Yaksha yang bernama Kubera.

Setelah mendengarkan cerita tentang kesusahan Shikhandi, Sthunakarna menawarkan untuk bertukar kelamin dengan Shikandini dalam jangka waktu yang telah ditetapkan, setelah itu akan Shikhandi harus kembali ke hutan untuk kembali bertukar kelamin kembali. Proses pertukaran itu terjadi dan Shikhandi yang telah berubah menjadi pria yang gagah perkasa dan jantan kembali ke istana untuk menghadapi ujian.

Para pelacur merasa sangat puas akan kejantanan Shikandhi dan dengan sangat gembira melaporkan kepada raja Hiranyavarma bahwa menantunya adalah seorang pria yang perkasa – bukan itu saja, Shikandhi sangat luar biasa dan memuaskan! Maka semua bencana berhasil dihindarkan.

Ketika Kubera mendengar bahwa Sthunakarna telah menggunakan kesaktiannya untuk melakukan pertukaran kelamin yang bertentangan dengan semua adat dan kebiasaan, tanpa meminta persetujuannya, maka ia menghukum Sthunakarna. Sthunakarna harus melanjutkan untuk hidup sebagai seorang wanita. Hal ini berarti bahwa Shikandhi tidak perlu menepati janji untuk bertukar kelamin dengan Sthunakarna dan dapat terus hidup sebagai seorang pria. Merasa iba pada Sthunakarna, Kubera kemudian melunakkan hukumannya sehingga Sthunakarna harus hidup sebagai seorang perempuan hanya sampai kematian Shikandhi.

Shikandhi berada di puncak masa mudanya. Dia berguru pada Dronacharya dan berhasil menjadi prajurit besar. Adiknya – Dropadi – menikah dengan kelima Pandawa. Bersama dengan adiknya Drishtdyumna, Srikandi terus menerus memberi dorongan kepada para Pandawa untuk melawan ketidakadilan dan penghinaan dari tangan para Korawa yang terjadi kepada mereka dan Dropadi.

Dalam perang Mahabharata Srikandi adalah salah satu dari tujuh Panglima Perang Pandawa. Selama sembilan hari pertempuran berkobar tanpa kemenangan di pihak Pandawa. Selama 9 hari itu Bisma berjuang di pihak Korawa. Meskipun demikian Bisma terkenal sangat sayang kepada Pandawa.

Setelah pertempuran pada hari kesembilan Bisma menyatakan bahwa hari berikutnya entah ia akan membunuh salah satu dari Pandawa atau mati dalam bertempur. Ini merupakan isyarat bagi Yudhishthira untuk menanyakan pada Bisma bagaimana mereka bisa membunuhnya. Bisma menjawab bahwa ia tidak akan berperang melawan seorang wanita. Ketika Yudhishthira mengatakan bahwa tidak ada wanita yang bertempur di medan perang, Bisma mengatakan kepadanya untuk mendengarkan nasihat dari Krishna.

Hari berikutnya Krishna meminta Shikandhi untuk menghadapi Bisma di medan perang Kurukshetra. Bisma melihat Amba di dalam tubuh Shikandhi dan berhenti bertempur. Tapi meskipun demikian, panah Shikandhi tidak mampu menembus baju zirah Bisma. Krishna kemudian meminta Shikandhi untuk berpindah ke kereta perang Arjuna dan meminta Arjuna untuk menyerang Bisma dengan berdiri di belakang Shikandhi. Bisma masih menolak berperang melawan pasangan Shikandhi-Arjuna, dan akhirnya dia gugur karena dihujani panah oleh Arjuna.

Demikianlah Amba sebagai Shikandhi berhasil memenuhi misinya sebagai penyebab kematian Bisma.

Setelah perang usai dan dimenangkan oleh Pihak Pandawa. Ketika semua prajurit Pandawa sedang tidur di dalam tenda mereka, Aswatama, seorang komandan Korawa yang masih hidup, memenggal kepala Shikandhi, Drishtadyumna bersama dengan kelima putra Dropadi.

About Rachel

I am who I am

Posted on December 8, 2010, in Mahabharata and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: