KELAHIRAN KURAWA VERSI INDIA

Diterjemahkan oleh Rachel Hutami, tanggal 1 Maret 2012 untuk Wayang Nusantara


Setelah Gandari menikah dengan Dhritrashtra dia memutuskan untuk menutup matanya dengan secarik kain dan bersumpah untuk hidup dalam kegelapan sebagaimana suaminya.

Adik bungsu Gandari yang bernama Sangkuni ikut tinggal bersama mereka untuk menjaga Gandari.

Suatu hari Resi Abiyasa datang mengunjungi Gandari di Hastinapura. Gandari melayani Resi Abiyasa sendiri, dan memastikan bahwa Resi itu  tinggal di Hastinapura dengan nyaman. Resi Abiyasa merasa senang atas pelayanan Gandari dan diberikan padanya suatu anugerah. Gandari menginginkan seratus putra yang akan sehebat suaminya. Abiyasa diberikan padanya anugerah dan tak lama kemudian Gandari mengandung.

Tetapi setelah mengandung selama dua tahun, Gandari tidak juga melahirkan. Sementara itu Kunti telah melahirkan

seorang putra yang bernama Yudistira.

Setelah tiba saatnya, Gandari melahirkan sepotong daging keras yang tak bernyawa yang tidak berwujud bayi.

Perasaan Gandari hancur, karena dia mengharapkan untuk melahirkan seratus anak sesuai dengan janji anugerah dari Resi Abiyasa.

Saat dia bermaksud untuk membuang potongan daging yang dilahirkannya tadi, tiba-tiba Resi Abiyasa muncul di hadapannya, dan bersabda, “Anugerahku tidak mungkin tidak ternyatakan. Sediakan seratus guci yang berisi minyak murni (Ghee). Aku akan memotong daging itu menjadi seratus bagian. Potongan daging itu akan menjadi seratus anak yang selama ini kau harapkan.”

Gandari kemudian berkata pada Resi Abiyasa bahwa dia juga menginginkan untuk mempunyai seorang anak perempuan.

Resi Abiyasa setuju, lalu dia memotong daging tadi menjadi seratus satu bagian dan menempatkannya masing-masing ke dalam guci berisi minyak murni yang sudah tersedia, lalu menutupnya.

Setelah menunggu dengan sabar selama dua tahun, guci-guci itu siap untuk dibuka. Gandari membuka guci pertama, dan mengambil bayi yang ada di dalamnya dan menamainya Duryudana.

Namun sayang! Segera setelah bayi mulai menangis segala binatang hutan mulai melolong dan banyak pertanda bencana alam terlihat.

Semua penduduk kerajaan Kuru tercengang dan merasa kecewa, karena semua tanda-tanda itu menunjukkan bahwa bayi itu tidak menguntungkan dan akan membawa bencana bagi seluruh penghuni kerajaan Kuru.

Widura kemudian menasihati Raja dan Ratu bahwa anak itu (Duryodana) harus dibuang, karena pertanda yang terlihat tadi akan membawa kejatuhan kerajaan Kuru di kemudian hari.

Widura berkata, “Dalam kitab suci jelas tertulis bahwa untuk menyelamatkan satu keluarga, singkirkanlah satu orang; untuk menyelamatkan sebuah desa, singkirkanlah satu keluarga, untuk menyelamatkan negeri, singkirkanlah satu desa, untuk menyelamatkan jiwa, lepaskan keduniawian. Sehingga demi kebaikan keluarga dan  negeri dan seluruh umat manusia, korbankanlah anak kalian!”

Tapi Gandari dan Drestarata bersikeras bahwa seorang bayi tidak bisa menyebabkan kerusakan apapun dan bertentangan dengan keinginan Vidur, mereka memutuskan untuk mempertahankan anak pertama mereka, Duryodana.

Pada saat yang sama Kunti juga melahirkan seorang bayi di hutan yang dinamakan Bimasena. Bayi-bayi Gandari yang lain dikeluarkan dari dalam guci, sehingga Gandari memiliki seratus orang putra dan seorang putri bernama Duhshala. Semua anak-anak tumbuh menjadi kuat dan hebat.

Sementara itu, saat Gandari sedang hamil tua, ada seorang pelayan dari kasta Waisya yang biasa melayani Drestarata. Pelayan itu menjadi hamil oleh Drestarata dan melahirkan seorang bayi yang dianugerahi kepandaian yang luar biasa yang dinamakan Yuyutsu. Dan karena dia dilahirkan oleh seorang wanita Waisya, dia terus menerus diejek oleh saudara-saudara tirinya kaum Kurawa.

Sehingga, Raja Drestarata yang bijaksana mempunyai seratus anak laki-laki yang semuanya merupakan pahlawan yang perkasa yang mahir dalam berperang dengan menggunakan kereta perang, seorang anak perempuan yang melebihi keseratus saudaranya, dan seorang anak lelaki yang lain yang mempunyai kesigapan dan keberanian yang hebat, yang dilahirkan oleh seorang wanita Waisya.

Di kemudian hari, selama perang kurushethra Yuyutsu bergabung dengan Pandawa. Dia ditugaskan oleh Yudistira sebagai pengasuh raja Parikesit , anak Abimanyu, ketika Parikesit masih di bawah umur.

Daftar nama Kurawa menurut versi India:

01. Duryodhana means “hard to conquer”

02. Dussaasanan

03. Dussahan

04. Dussalan

05. Jalagandhan

06. Saman

07. Sahan

08. Vindhan

09. Anuvindhan

10. Durdharshan

11. Subaahu

12. Dushpradharshan

13. Durmarshanan

14. Durmukhan

15. Dushkarnan

16. Karnan

17. Vikarnan

18. Salan

19. Sathwan

20. Sulochanan

21. Chithran

22. Upachithran

23. Chithraakshan

24. Chaaruchithran

25. Saraasanan

26. Durmadan

27. Durvigaahan

28. Vivilsu

29. Vikatinandan

30. Oornanaabhan

31. Sunaabhan

32. Nandan

33. Upanandan

34. Chithrabaanan

35. Chithravarman

36. Suvarman

37. Durvimochan

38. Ayobaahu

39. Mahabaahu

40. Chithraamgan

41. Chithrakundalan

42. Bheemavegan

43. Bheemabelan

44. Vaalaky

45. Belavardhanan

46. Ugraayudhan

47. Sushenan

48. Kundhaadharan

49. Mahodaran

50. Chithraayudhan

51. Nishamgy

52. Paasy

53. Vrindaarakan

54. Dridhavarman

55. Dridhakshathran

56. Somakeerthy

57. Anthudaran

58. Dridhasandhan

59. Jaraasandhan

60. Sathyasandhan

61. Sadaasuvaak

62. Ugrasravas

63. Ugrasenan

64. Senaany

65. Dushparaajan

66. Aparaajithan

67. Kundhasaai

68. Visaalaakshan

69. Duraadharan

70. Dridhahasthan

71. Suhasthan

72. Vaathavegan

73. Suvarchan

74. Aadithyakethu

75. Bahwaasy

76. Naagadathan

77. Ugrasaai

78. Kavachy

79. Kradhanan

80. Kundhy

81. Bheemavikran

82. Dhanurdharan

83. Veerabaahu

84. Alolupan

85. Abhayan

86. Dhridhakarmaavu

87. Dhridharathaasrayan

88. Anaadhrushyan

89. Kundhabhedy

90. Viraavy

91. Chithrakundalan

92. Pradhaman

93. Amapramaadhy

94. Deerkharoman

95. Suveeryavaan

96. Dheerkhabaahu

97. Sujaathan

98. Kaanchanadhwajan

99. Kundhaasy

100. Virajass

101. Dussala

102. Yuyutsu (lain ibu)

CATATAN TAMBAHAN (RH)

  • Tanda-tanda kehancuran bangsa Kuru terlihat saat kelahiran Duryudana… Bila Duryudana disingkirkan sesuai dengan nasihat Widura, mungkin peperangan itu bisa dihindarkan
  • Gandari mulai mengandung anaknya di saat bersamaan dengan saat Kunti mengandung Yudhistira… Namun Yudhistira lahir terlebih dahulu karena melalui kelahiran normal… setelah itu bagi Drestarata,juga lahir seorang anak bernama Yuyutsu (lahir sebelum Duryodana) dari seorang wanita dari kasta Waisya.
  • Keirihatian Gandari terhadap Kunti tidak ada hubungannya dengan dia menikah dengan Drestarata yang buta (bukan dengan Pandu), tapi karena Kunti melahirkan terlebih dahulu dari dia… Ini menyangkut urutan SIAPA PEWARIS TAHTA setelah Drestarata mangkat… Secara hukum yang berlaku di India, Yudhistira lah yang berhak meneruskan tahta kerajaan Kuru.
  • AKAR dari semua permasalahan di cerita MAHABHARATA adalah KEKUASAAN… hal ini sudah terjadi sejak cerita awal, ambisi dari Satyawati yang menuntut sumpah dari Bisma untuk bersumpah tidak akan menjadi raja dan hidup selibat, sehingga anak2 Satyawatilah yang kelak mewarisi tahta kerajaan Kuru

ORIGINAL TEXT

The Birth of Kauravas

 

After Gandhari was married to Dhritrashtra she wrapped a bandage over her eyes and vowed to share the darkness that her husband lived in. Gandhari’s brother Shakuni came to live with them to look after the interests of Gandhari. Once Rishi Vyas came to visit Gandhari in Hastinapur. She took great care of the comforts of the great saint and saw that he had a pleasant stay in Hastinapur. The saint was pleased with Gandhari and granted her a boon. Gandhari wished for one hundred sons who would be as powerful as her husband. Vyas granted her the boon and in due course of time Gandhari found herself to be pregnant. But two years passed and still the baby was not born. Meanwhile Kunti gave birth to a son whom she called Yudhisthar. After two years of carrying her pregnancy, Gandhari gave birth to a hard piece of lifeless flesh that was not a baby at all. Gandhari was devastated as she had expected hundred sons according to the blessing of Rishi Vyas. She was about to throw away the piece of flesh when Rishi Vyas appeared and told her that his blessings could not have been in vain. He asked Gandhari to arrange for one hundred jars full of Ghee (oil). He told Gandhari that he would cut the piece of flesh into hundred pieces and place them in the jar, which would then develop into the one hundred sons that she so desired. Gandhari told Vyas then that she wanted that she should also have a daughter. Vyas agreed and cut the piece of flesh into one hundred and one pieces and placed them each in the jar. After two more years of patient waiting the jars were ready to be opened. When the first jar was opened Gandhari took the baby out and named him Duryodhan. But alas! As soon as the baby started crying all the beasts of the jungle started howling and many signs of ill omen were seen. Everyone was shocked and disappointed as this meant that the baby was not auspicious and would bring harm on the entire clan of the Kauravas. Vidur spoke then and said that the child would have to be abandoned as the omens at his birth spell doom for the Kuru clan. He said, “The scriptures clearly state that for the good of the clan an individual can be sacrificed, for the good of the village a clan can be sacrificed, for the good of the country a village can be sacrificed and for the development of the soul, even the earth can be sacrificed.” So for the good of the clan and of the country and of humanity, please sacrifice this son of yours. But both Gandhari and Dhritrashtra were adamant that a baby could not cause any harm and much against Vidur’s wishes kept the baby. At the same time Bheemsen was born to Kunti in the forest. The other children of Gandhari were taken out of the jars and now Gandhari had one hundred sons and a daughter called Duhshala. All the children grew up to be strong and powerful.

 To quote from Mahabharata, Sambava Parva, Section CXV

And during the time when Gandhari was in a state of advanced pregnancy, there was a maid servant of the Vaisya class who used to attend on Dhritarashtra. During that year, O king, was begotten upon her by the illustrious Dhritarashtra a son endued with great intelligence who was afterwards named Yuvutsu. And because he was begotten by a Kshatriya upon a Vaisya woman, he was subject to the constant taunts of the kauravas.

“Thus were born unto the wise Dhritarashtra- a hundred sons who were all heroes and mighty chariot-fighters, and- a daughter over and above the hundred, and- another son Yuyutsu of great energy and prowess begotten upon a Vaisya woman.'”

The Kauravas

01. Duryodhana means “hard to conquer”

02. Dussaasanan

03. Dussahan

04. Dussalan

05. Jalagandhan

06. Saman

07. Sahan

08. Vindhan

09. Anuvindhan

10. Durdharshan

11. Subaahu

12. Dushpradharshan

13. Durmarshanan

14. Durmukhan

15. Dushkarnan

16. Karnan

17. Vikarnan

18. Salan

19. Sathwan

20. Sulochanan

21. Chithran

22. Upachithran

23. Chithraakshan

24. Chaaruchithran

25. Saraasanan

26. Durmadan

27. Durvigaahan

28. Vivilsu

29. Vikatinandan

30. Oornanaabhan

31. Sunaabhan

32. Nandan

33. Upanandan

34. Chithrabaanan

35. Chithravarman

36. Suvarman

37. Durvimochan

38. Ayobaahu

39. Mahabaahu

40. Chithraamgan

41. Chithrakundalan

42. Bheemavegan

43. Bheemabelan

44. Vaalaky

45. Belavardhanan

46. Ugraayudhan

47. Sushenan

48. Kundhaadharan

49. Mahodaran

50. Chithraayudhan

51. Nishamgy

52. Paasy

53. Vrindaarakan

54. Dridhavarman

55. Dridhakshathran

56. Somakeerthy

57. Anthudaran

58. Dridhasandhan

59. Jaraasandhan

60. Sathyasandhan

61. Sadaasuvaak

62. Ugrasravas

63. Ugrasenan

64. Senaany

65. Dushparaajan

66. Aparaajithan

67. Kundhasaai

68. Visaalaakshan

69. Duraadharan

70. Dridhahasthan

71. Suhasthan

72. Vaathavegan

73. Suvarchan

74. Aadithyakethu

75. Bahwaasy

76. Naagadathan

77. Ugrasaai

78. Kavachy

79. Kradhanan

80. Kundhy

81. Bheemavikran

82. Dhanurdharan

83. Veerabaahu

84. Alolupan

85. Abhayan

86. Dhridhakarmaavu

87. Dhridharathaasrayan

88. Anaadhrushyan

89. Kundhabhedy

90. Viraavy

91. Chithrakundalan

92. Pradhaman

93. Amapramaadhy

94. Deerkharoman

95. Suveeryavaan

96. Dheerkhabaahu

97. Sujaathan

98. Kaanchanadhwajan

99. Kundhaasy

100. Virajass

101. Dussala

102. Yuyulssu

(*Yuyulssu is the son of Dhrutharaastrar in a vysya maid servant . During the kurushethra war he joined with pandava. He was the caretaker of king Parishath, son of Abhimanue, when Parishath was a minor)

(Reference: – Puranic Encyclopedia of Vettom Mani. Mahabharata Aadiparvam – chapter 67) Contributed by T.J.Neriamparampil

 https://www.facebook.com/notes/wayang-nusantara-indonesian-shadow-puppets/kelahiran-kurawa-versi-india/10150841378381110

About Rachel

I am who I am

Posted on March 1, 2012, in Indonesia, Mahabharata. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: